Saudara Kandung Seayah Mewaris Bersama Kakek

May 20, 2009 at 5:55 pm Leave a comment

Saudara Kandung dan Seayah Mewarisi bersama
Kakek


Persoalan yang saya jelaskan sebelumnya berkisar mengenai
bagian kakek bila hanya bersamaan dengan saudara kandung.
Pada bagian ini akan dijelaskan bagian kakek jika ia tidak
hanya bersama dengan saudara kandung, tetapi sekaligus
bersama dengan saudara seayah. Untuk keadaan seperti ini,
ulama faraid menyatakan bahwa para saudara seayah
dikategorikan sama dengan saudara kandung, mereka dianggap
satu jenis.
Apabila pemberian dilakukan secara pembagian, keberadaan
saudara seayah dalam keadaan seperti ini dikategorikan
sebagai merugikan kakek. Meskipun setelah kakek mendapatkan
bagian, seluruh sisa harta waris yang ada hanya menjadi hak
para saudara kandung — sebab jika saudara kandung dan
seayah bersama-sama, maka saudara seayah mahjub, haknya
menjadi gugur.
Akan tetapi, jika saudara seayah mewarisi bersama kakek
dan seorang saudara kandung perempuan, maka para saudara
laki-laki seayah akan mendapatkan bagian sisa harta yang
ada, setelah diambil hak saudara kandung perempuan (1/2) dan
hak kakek (1/3).
Contoh kasus
  1.
seseorang wafat dan meninggalkan kakek, saudara kandung laki-laki
dan saudara laki-laki seayah. Maka pembagiannya sebagai berikut:
kakek mendapat sepertiga (1/3) bagian, dan saudara kandung
laki-laki memperoleh dua per tiga (2/3) bagian, sedangkan saudara
laki-laki seayah mahjub (terhalangi) karena adanya saudara kandung
laki-laki.
saudara laki-laki dikategorikan
sebagai ahli waris, karena itu bagian
a. kakek sepertiga (1/3),
b. hak saudara kandung laki-laki dua per tiga (2/3),
    c. saudara laki-laki seayah terhalangi oleh adanya ahli waris
yang lebih kuat dan dekat, yakni saudara kandung
laki-laki.
    Jumlah sepertiga (1/3) bagi kakek dalam contoh kasus ini
sesuai dengan kaidah yang ada: “hendaklah kakek diberi
dengan salah satu dari dua cara yang paling
menguntungkannya, mendapat sepertiga harta waris atau dengan
cara pembagian”. Kebetulan dalam kasus ini kedua cara
pemberian waris bagi kakek menghasilkan bagian yang sama,
yaitu sepertiga.
  2.
seseorang wafat dan meninggalkan seorang saudara kandung perempuan,
kakek, seorang saudara laki-laki seayah, dan dua orang saudara
perempuan seayah. Maka pembagiannya seperti berikut: saudara
kandung perempuan mendapat setengah (1/2) bagian, kakek mendapat
sepertiga (1/3) bagian, sedangkan sisanya diberikan kepada para
saudara laki-laki dan perempuan seayah (dengan ketentuan bagian
laki-laki dua kali lipat bagian perempuan).
a. kakek
sepertiga (1/3),
    b. saudara kandung
perempuan setengah secara fardh, karena ia lebih kuat dan
lebih dekat kekerabatannya terhadap pewaris dibandingkan
para saudara laki-laki/perempuan seayah.
c. Sisanya
seorang saudara laki-laki seayah, dan dua orang saudara perempuan
seayah.
    Tanpa menggunakan cara pembagian keberadaan para
saudara laki-laki/perempuan seayah sebagai perugi, yakni
merugikan kakek pada cara pembagian. Kalaulah pemberian
kepada kakak dalam contoh ini menggunakan cara pembagian,
tentu hal ini akan merugikannya karena ia akan menerima
bagian kurang dari sepertiga (1/3) harta waris yang ada.
Oleh sebab itu, dengan cara yang paling
menguntungkannya, yaitu sepertiga (1/3).
  3.
seseorang wafat dan meninggalkan ibu, kakek, seorang saudara
kandung laki-laki, dan seorang saudara perempuan seayah. Maka
pembagiannya seperti berikut: ibu mendapat seperenam (1/6) bagian,
kakek memperoleh dua per enam (2/6) bagian, dan sisanya diberikan
kepada saudara kandung laki-laki. Dalam hal ini saudara perempuan
seayah gugur sebab ada saudara kandung, dan keberadaannya hanya
merugikan kakek bila menggunakan cara pembagian.
   
Keberadaan saudara laki-laki/perempuan seayah merugikan
kakek bila menggunakan cara pembagian. Kemudian, dalam
masalah ini kita berikan nasib (bagian) saudara perempuan
seayah sebanyak dua per enam (2/6), dan itu menjadi bagian
saudara laki-laki kandung, sebab saudara perempuan seayah
gugur haknya oleh adanya saudara laki-laki kandung. Bila
kita lihat secara seksama akan tampak oleh kita bahwa yang
lebih menguntungkan kakek dalam hal ini adalah cara
pembagian, bukan dengan cara menerima sepertiga (1/3) sisa
harta waris setelah diambil ashhabul furudh — dalam contoh
ini adalah ibu.
     

Bagian ibu 1/6 secara fardh

2

Asal Masalah 12

Bagian kakek 2/6 secara pembagian dengan saudara
kandung laki-laki

4

Bagian saudara kandung (sisanya)

6

Bagian saudara perempuan seayah mahjub

0

  4.
seseorang wafat dan meninggalkan seorang ibu, kakek, saudara
kandung perempuan, dan dua orang saudara seayah. Maka pembagiannya
seperti berikut: ibu memperoleh seperenam (1/6) bagian, kakek
sepertiga (1/3), dan saudara kandung perempuan mendapat setengah
(1/2), sedangkan bagian dua orang saudara seayah sisanya.

Tabelnya sebagai berikut:
     

Bagian ibu 1/6

6

Asal Masalahnya 12 dan naik menjadi 36

Bagian kakek 1/3 (sisa setelah diambil ibu)

10

Bagian saudara kandung perempuan setengah
(1/2)

18

Bagian dua orang saudara laki-laki seayah
(sisanya)

2

Catatan
Apabila pewaris hanya meninggalkan kerabat seperti kakek
dan saudara-saudara laki-laki/perempuan seibu saja, maka
seluruh warisan merupakan bagian kakek. Sebab, seperti yang
telah disepakati seluruh imam mujtahid, kakek dapat
menggugurkan hak waris saudara seibu. Dan hak waris saudara
seibu hanyalah bila pewaris sebagai kalalah, yakni tidak
mempunyai pokok (ayah dan seterusnya) dan tidak pula
mempunyai cabang (anak, cucu, cicit, dan seterusnya).
Di samping itu, hal lain yang telah menjadi ijma’ seluruh
fuqaha ialah bahwa hak waris dari keturunan para saudara
kandung ataupun seayah menjadi gugur karena adanya kakek.
Misalnya, bila seseorang meninggal dan hanya meninggalkan
kakek serta anak saudaranya, maka seluruh warisannya menjadi
hak kakek.

Pembagian Waris Menurut
Islam oleh Muhammad Ali ash-Shabuni |

Gema Insani Press, 1995
| Penerjemah A.M.Basamalah
| Source
http://www. islamhouse.com
| Copy Right

© 2009
Bassrah Blog

Entry filed under: Hukum Islam. Tags: .

Mencari/Mentashih Pokok Masalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 5,318 hits

Last Comment

Archives

Hijriah

Masehi

May 2009
M T W T F S S
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d bloggers like this: